Menanti Data Inflasi Dari AS Harga Bitcoin Jatuh Hingga ke Level US$ 32.000

Menanti Data Inflasi Dari AS Harga Bitcoin Jatuh Hingga ke Level US$ 32.000

Spektekno.com – Harga Bitcoin kini jatuh lagi hingga ke level US$ 32.000 pada hari ini, Selasa (13 Juli 2021), karena para trader menunggu laporan inflasi dari Amerika Serikat.

Mengacu data dari CoinDesk, harga Bitcoin pada hari Selasa pukuk 13.51 WIB ada di US$ 32.971.64, atau turun hingga 4,18 persen dibandingkan pada posisi 24 jam sebelumnya.

Selama tujuh minggu terakhir, sebagian besar harga Bitcoin kini berada pada kisaran antara US$ 30.000 dan US$ 40.000.

“Ini mulai terasa seperti ketenangan sebelum badai ketika aktivitas yang tidak terdengar dan tenang muncul di seluruh metrik spot, derivatif, dan on-chain,” tulis dari perusahaan analisis blockchain Glassnode dalam laporannya, seperti dikutip dari CoinDesk.

Banyak sekali para investor kripto yang telah melihat Bitcoin sebagai lindung nilai potensial terhadapa inflasi. Sehingga, rilis indeks harga konsumen pada bulan Juli oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang telah menjadi sentimen buat kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia.

Laporan pada bulan sebelumya yang telah menunjukan kenaikan hingga 5 persen dalam indeks semua barang, tertinggi sejak tahun 2008 lalu, didorong oleh harga yang telah mendaki untuk mobil dan truk bekas.

Akan tetapi, kenaikan apa pun mungkin menyalakan kembali spekulasi bahwa bank sentra AS Federal Reserve atau The Fed mungkin perlu memperlambat upayanya untuk merangsang sebuah ekonomi.

Crypto benchmark memiliki fondasi harga yang kuat, mengingat tidak mungkin kita akan melihat pembalikan dalam perlombaan untuk merendahkan (harganya),” ucap analis Bloomberg Intelligence Mike McGlone, seperti yang telah dilansir dari CoinDesk. 

“Saat mengukur nilai mata uang individu, dollar AS, misalnya, mungkin menguat atau melemah versus sekeranjang alat pembayaran yang sah. Namun, seluruh pasar mata uang fiat melemah,” lanjutnya.

Sumber dari: KONTAN.CO.ID

You May Also Like

About the Author: Egi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *