Saat ini Bitcoin Belum Kembali ke Level Bull Run

Harga Bitcoin Menembus Level US$ 47.000

Spektekno.com – Bitcoin masih mencatatkan rapot hijau dari sisi kinerja dalam delapan bulan pertama pada tahun ini. Merujuk Coinmarketcap.com, Bitcoin kini terlihat sudah menguat hingga 62,89% sejak awal tahu. Apalagi, sebulan terakhir, pasar aset kripto memang tengah berada dalam fase bullish.

Walau demikian, CEO Triv.co.id Gabriel Rey telah mengatakan, bawah kondisi Bitcoin masih belum bisa mendekati level periode bull run yang sempat terjadi pada periode bulan April-Mei seilam.

Hal ini tercermin dari kondisi on-chain Bitcoin sebagai salah satu patokan di mana secara metrik yang belum mendekati poisisi April-Mei lalu.

Ditambah lagi, secara jangka pendel – menengah, pergerakan harga Bitcoin akan dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve yang sudah mengumumkan akan melakukan tapering pada tahun ini.

Artinya dengan potensi stimulus yang kini sudah beredar dan diurangi, maka uang yang ada di pasar juga akan berkurang. Hal ini sehingga sentimen ini telah dinilai oleh Gabriel yang bisa menjadi sentimen negatif unyuk harga Bitcoin.

“Namun, pasar biasanya baru akan priced-in pada sentimen tapering ketika mendekati pemberlakuan tapering, bisa jadi pada Oktober atau November. Jadi ini patut dicermati terhadap pergerakan harga bitcoin,” ucap dia pada tanggal (1 September 2021).

Lebih lanjut, Gabriel Rey mengatakan, saat ini belum ada katalis positif yang bisa mengangkat harga Bitcoin secara signifikan. Salah satu kabar yang ditunggu pelaku pasar adalah keputusan dari SEC terkait ETF Bitcoin.

Jika menjelang pada akhir tahun nanti sudah ada kejelasan dari SEC, Gabriel Rey yang telah menyebutkan bahwa hal ini akan menjadi katalis positif untuk pergerakan Bitcoin.

Oleh karena itu, Gabriel Rey memperkirakan bahwa pergerakan harga Bitcoin akan cenderung terbatas pada rentang US$ 30.000 – US$ 50.000 pert BTC.

Di luar Bitcoin, adalah salah satu aset kripto yang pamornya paling naik pada tahun ini adalah Cardano (ADA)_. ia menjadi kripto dengan kinerja yang paling baik dalam delapan bulan pertama pada tahun ini setelah berhasil melesat 1.346% lebih.

Gabriel meyebutkan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena ketika sebuah aset kripto belum memiliki produk kontrek lalu yang dimana telah mengumunkan akan merilis smart contract, ekspektasi-nya akan tinggi. Adapun ADA memang berencana untuk meuncurkan fitur smart contract pada pertengahan September yang akan mendatang.

“Ekspektasi ini yang membuat harga ADA melonjak tajam karena digadang-gadang sebagai the next ethereum killer, tapi berkaca dari yang sudah-sudah, begitu fiturnya diluncurkan, akan biasa aja. Dulu TRON juga sempat begini, begitu launch, ternyata tidak memenuhi ekspektasi dan harganya dengan sendirinya turun,” kata Gabriel Rey.

Oleh sebab itu, Gabriel Rey telah meyakini ADA belum “well proven” untuk dijadikan investasi jangkan panjang. Akan tetapi, jika investor ingin memanfaatkan momentum yang saat ini berspekulasi, ADA bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik karena pasar saat ini memang condong ke Cardano sehingga ada potensi dari sisi harga.

Sumber dari: KONTAN.CO.ID

You May Also Like

About the Author: Egi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *