Harga bitcoin Kini Anjlok Lagi Gara-gara Larangan Bitcoin di China

Harga bitcoin Kini Anjlok Lagi Gara-gara Larangan Bitcoin di China

Spektekno.com – Pada transaksi perdagangan pada hari Jumat (24 September 2021), kini harga Bitcoin anjlok hingg 5,5%.

Melansir dari Kompas.com, untuk diketahui, bahwa harga Bitcoin hari ini anjlok hingga 5,86% menjadi sekitar US$ 41.106,98 per keping atau sekitar Rp 583,70 juta.

Bila dibandingkan dengan harga pada sepekan yang lalu, harga Bitcoin anjlok hingga 13,15%. Sementara itu, untuk harga Ethereum anjlok lebih jauh lagi, yaitu sebesar 9,15% dalam sehari menjadi US$ 2.768,89 atau sekitar Rp 39,56 juta.

Apa Yang Terjadi Kali Ini?

Disinyalir, dengan anjloknya harga mata uang kripto disebabkan oleh larangan Bitcoin di China. Transaksi aset kripto ilegal di China kembali ditegaskan oleh otoritas setempat.

Dilansir dari Bloomberg, pada hari Jumat (24 September 2021), bank sentral China, People Bank of China (PBoC) mengatakan, bahwa setiap transaksi yang berkaitan dengan mata uang kripto adalah ilegal dan harus dilarang di Negara Panda tersebut.

Hal tersebut merupakan penegasan dari otoritas setempat untuk melarang setiap operasional industri mata uang kripto di China. PBoC menyebutkan, bahwa semua mata uang kripto, termasuk di dalamnya Bitcoin dan tether bukanlah uang fiat dan dilarang untuk disirkulasikan di pasar.

Semua transaksi yang terkait fengan mata uang kripto, termasuk di dalamnya jasa yang telah disediakan oleh bursa negeri untuk pasar dalam negeri termasuk dalam kategori aktivitas keuangan ilegal.

Memang disisi lain, pasar global juga sedang khaatir mengenai krisis utang yang telah melibatkan pengembangan properti raksasa China, Evergrande Group.

Pemerintahan China di sisi lain juga akan mengabil sebuah tindakan mengenai kemungkinan penambangan aset kripto dengan melakukan kegiatan secara diam-diam untuk bisa tetap menjalankan bisnisnya.

Head of Asia Pasific Luno Vijay Ayyar juga mengatakan, penegasan larangan aset kripto di China oleh pemerintah setempat beresiko yang telah menyebabkan aksi jual bakal ramaii-ramai dilakuka oleh investor.

“Saat ini kondisi pasar kripto sedang mengkhawatirkan karena komentar SEC serta keseluruhan kondisi pasar secara makro karena berita Evergrande. Sehingga, setiap tanggapan yang berkaitan dengan mata uang kripto bakal menyebabkan aksi jual untuk aset-aset berisiko,” kata Head of Asia Pasific Luno Vijay Ayyar.

Agendi Perencanaan Ekonomi China pun kini telah meminta pemerintah untuk segera melarang setiap aktivitas penambangan kripto di negara tersebut. Langkah itu dianggap sangat penting untuk Vhina bisa mencapai target emisi karbon.

“Investor harus siap dengan reaksi harga karena pemerintah China mengambil angin dari harga bitcoin (yang sedang melaju),” ucap pendiri Nexo Antoni Trenchev.

Sumber dai: KONTAN.CO.ID

You May Also Like

About the Author: Egi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *