Contoh Soal Digital Mindset Assessment Telkom

Contoh Soal Digital Mindset Assessment Telkom

spektekno.com – Hallo sahabat spektekno bertemu lagi dengan admin yang selalu memberikan informasi yang menarik. Nah pada kesempatan kali ini admin akan membahas tentang Contoh Soal Digital Mindset Assessment Telkom.

Nah jika anda penasaran dan ingin mengetahuinya silahkan simak pembahasan dari admin dibawah ini sampai selesai ya gays.

Masih belum selesai beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang pesat, orang-orang di seluruh dunia sekarang “dipaksa”

Untuk beradaptasi dengan perubahan mendadak yang dikarenakan oleh pandemi Covid-19 sejak akhir 2019. Sama seperti berada di tepi.

Siapa pun tidak punya pilihan selain melakukan upaya adaptif serta eksplorasi untuk bertahan hidup selama beberapa tahun ke depan.

Rhenald Kasali, seorang profesor di Universitas Indonesia, berpendapat bahwa bisnis, sekolah serta bahkan kegiatan sosial harus meninggalkan cara-cara lama untuk terus eksis.

Hal ini sejalan dengan konsep Survival of the Fittest, Charles Darwin, yang mengatakan jika makhluk hidup yang bisa bertahan hidup bukanlah yang terkuat atau tercepat, namun yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungan.

Bahkan, kata Rhenald, yang terpenting adalah eksplorasi. Yang mana perusahaan harus dapat untuk melihat celah peluang untuk memutar kembali roda perekonomian.

Ini bukan hanya mengenai memperbaiki apa yang ada di masa lalu. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan hal yang sama dengan perusahaan telekomunikasi yang kini bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Baca Juga:

Belajar Contoh Soal Digital Mindset Assessment Telkom

10 Contoh Soal Tes Value BUMN Telkom & Jawaban PDF - Kursiguru
Contoh Soal Digital Mindset Assessment Telkom

Pelatihan dimulai dengan memberikan kesempatan pada peserta, baik dengan secara individu maupun kelompok, untuk menjelaskan siapa dan perusahaan mana yang menjadi panutan mereka ketika berbicara mengenai digital.

Yvonne M. Budhiputra, Praktisi Digital Mastery dan CEO Sprinthink, yang ditunjuk sebagai pembicara pelatihan, mengatakan jika hal ini dilakukan sebab digital tidak terpisah dari tokoh atau perusahaan tertentu.

Sesudah perwakilan dari masing masing kelompok menjelaskan model peran digital mereka serta mengapa. Pathya menceritakan pengalaman kegagalan Kodak serta keberhasilan Fujifilm untuk menggambarkan pentingnya pola pikir digital.

Kedua perusahaan kenya dipilih sebab mereka bertempur pada bidang yang sama walaupun nasib mereka sekarang berbeda.

Pathya menjelaskan jika keberadaan sebuah perusahaan sekarng ini ditentukan oleh pola pikir digital yang dimiliki oleh setiap lapisan perusahaan. Mulai dari jajaran manajemen senior, hingga tingkat karyawan.

Halaman Selanjutnya>>>

You May Also Like

About the Author: Ervin

Leave a Reply

Your email address will not be published.